A fine WordPress.com site

 

Reaksi pencoklatan (browning) dapat terjadi pada sayur dan buah, juga umbi-umbian. Reaksi ini disebut reaksi pencoklatan, karena memang merubah warna asal bahan menjadi warna coklat. Reaksi pencoklatan ini bisa terjadi karena bantuan enzim (browning enzimatic) atau tanpa bantuan enzim (browning non-enzimatic).

 

Browning enzymatic atau reaksi pencoklatan enzimatis adalah proses kimia yang terjadi pada sayuran dan buah-buahan oleh enzim polifenol oksidase yang  menghasilkan pigmen warna coklat (melanin). Proses pencoklatan enzimatis memerlukan enzim polifenol oksidase dan oksigen untuk berhubungan dengan substrat tersebut. Enzim-enzim yang dikenal yaitu fenol oksidase, polifenol oksidase, fenolase/polifenolase, enzim-enzim ini bekerja secara spesifik untuk substrat tertentu (Winarno, 1995). Reaksi ini dapat terjadi jika jaringan tanaman terpotong, terbelah, tergigit, atau cara apapun yang dapat menyebabkan luka pada tanaman.

Baca dan Download selengkapnya disini: Browning Enzimatis

Advertisements

Download – Curing

Pembahasan

Curing adalah cara prosesing daging dengan menambahkan beberapa bahan seperti garam NaCl, Na-Nitrit dan atau Na-Nitrat, dan gula (dekstrosa atau sukrosa atau pati hidrolisis), serta bumbu-bumbu. Maksud curing, antara lain adalah untuk mendapatkan warna yang stabil, aroma, tekstur, dan kelezatan yang bai, dan untuk mengurangi pengerutan daging selama prosesing serta memperpanjang masa simpan produk daging. Produk daging yang diproses dengan curing disebut daging cured (daging peram) (Soeparno, 2005).

Dalam metode curing ada beberapa bahan yang lazim digunakan, yaitu: garam, nitrat/nitrit, angkak, dan gula.

Lihat dan download selengkapnya: Biokimia Pangan_Curing

VIVAnews – Ratusan pengungsi suku Rohingya asal Myanmar turut merayakan hari raya Idul Fitri di rumah penampungan, yang berlokasi di Jalan Jamin Ginting, Medan. Mereka mengikuti Salat Id di Masjid Nurul Yaqi, tak jauh dari tempat pengungsian.

Ahmad Zakir, salah satu pengungsi, mengaku merasakan kekhusukan Idul Fitri meskipun tak bersama keluarganya, yang masih berada di Myanmar.

“Kami senang bisa merayakan Lebaran dengan tenang. Semuanya berjalan lancar,” katanya saat berbincang dengan VIVAnews, Minggu 19 Agustus 2012.

Meski begitu, dia bersama pengungsi lainnya tak dapat menutupi kesedihan lantaran tidak bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga, yang berada di desa Buthie Dong.

“Sudah dua tahun kami tidak bisa merayakan lebaran bersama keluarga. Bahkan kami kesulitan untuk mendapatkan kabar mereka di sana,” Zakir menuturkan.

Ahmad Zakir mengaku menjadi orang yang beruntung dibandingkan ratusan pengungsi lainnya. Dia sempat berkomunikasi dengan saudara laki-lakinya di Myanmar melalui sambungan telepon untuk bersilaturahim.

Namun sayang, dia belum sempat berbicara dengan kedua orang tuanya. Sambungan telepon dengan kakaknya hanya berlangsung sekitar dua menit. Tiba-tiba terputus dan tak bisa dihubungi kembali.

Sebagian besar pengungsi juga masih banyak yang belum berhasil mengontak keluarganya meskipun sudah mencoba menghubungi berkali-kali.

“Tapi aku beruntung, teman lain masih banyak yang belum bisa menghubungi keluarganya,” ucapnya.

Pengungsi Rohingya akan menikmati liburan lebaran ke beberapa tempat di kota Medan, ada pula yang menghabiskan waktu untuk beristirahat di penampungan.

Sebagian besar memilih untuk bersilaturahmi dengan sesama suku Rohingya di tempat penampungan lainya di Medan. (ren)

sumber: http://dunia.news.viva.co.id/news/read/345247-pengungsi-rohingya-di-medan-rayakan-lebaran
lihat selengkapnya : Idul Ftri Muslim Rohingya

Mochi Sukabumi Mendunia

[youtube http://www.youtube.com/watch?v=4qkQjWYweY0%5D

Definisi Agroindustri
disusun oleh: Mufti Ghaffar

Secara Bahasa:

Agroindustri berasal dari dua kata yaitu agricultural yang artinya pertanian dan industry yang artinya industri, sehingga agroindustri bisa diartikan industri yang menggunakan hasil pertanian sebagai bahan bakunya.

Wikipedia Indonesia:
Agroindustri adalah kegiatan yang memanfaatkan hasil pertanian sebagai bahan baku, merancang dan menyediakan peralatan serta jasa untuk kegiatan tersebut. [1] Read the rest of this entry »

Dakwatuna.com – Jakarta. Tragedi kemanusiaan yang menimpa warga Rohingya di Myanmar telah mengetuk hati dunia internasional. Dunia mengecam kekerasan dan penindasan yang dilakukan pemerintah Myanmar atas warga Rohingya. Akibat kekerasan kelompok mayoritas dan pengusiran yang dilakukan pemerintah Myanmar itu, ratusan ribu warga Rohingya saat ini berada dalam status stateless (tanpa kewarganegaraan) dan terkatung-katung di berbagai negara.

Sebagai negara demokrasi terbesar dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, penderitaan yang dialami warga Rohingya sudah seharusnya dirasakan juga bangsa Indonesia. Pada akhir tahun 2008, lebih dari 1200 warga Rohingya terusir dari negaranya dan menjadi manusia perahu (boat people) untuk mencari keselamatan ke negeri lain. Sebagian mereka masih ditahan di Thailand dan sebagian terombang-ambing di lautan. Menggunakan sembilan perahu, mereka kemudian terdampar di Laut Andaman, sebagian kecil diselamatkan oleh warga Indonesia di Aceh. Daily Yomiuri (11/2-09) menyebutkan bahwa nelayan Aceh menyelamatkan 220 ‘manusia perahu Rohingya’ pada 2 Februari 2009, namun 22 di antaranya telah tewas karena kehausan dan kelaparan.

lihat selengkapnya..

Buah pada umumnya bersifat sangat perishable sehingga memerlukan penganganan pasca panen dan pengolahan menjadi berbagai produk olahan yang awet dan disukai. Kehilangan pascapanen buah dapat mencapai 5% sampai 50 % ataupun lebih, hal ini dapat disebabkan infrastruktur yang buruk dan tidak tersedianya metode-metode penanganan pasca panen dan pengolahan yang memadai.

Buah dapat diawetkan dengan pengalengan, pembekuan, pengeringan, fermentasi, dan pengolahan menjadi jeli, jam, sirup, manisan saos, dll. Produk-produk pangan tersebut umumnya digemari karena rasa, warna, dan aromanya yang khas dan menarik.

Terdapat banyak teknologi pengolahan pada buah, di paper ini akan dibahas enam macam teknologi pengolahan buah, yaitu: pengeringan, pembekuan, fermentasi, penambahan pengawet, pengalengan, dan iradiasi.

Teknologi Pengolahan Buah (Purwa dan Mufti)

Tag Cloud