A fine WordPress.com site

Dakwatuna.com – Jakarta. Tragedi kemanusiaan yang menimpa warga Rohingya di Myanmar telah mengetuk hati dunia internasional. Dunia mengecam kekerasan dan penindasan yang dilakukan pemerintah Myanmar atas warga Rohingya. Akibat kekerasan kelompok mayoritas dan pengusiran yang dilakukan pemerintah Myanmar itu, ratusan ribu warga Rohingya saat ini berada dalam status stateless (tanpa kewarganegaraan) dan terkatung-katung di berbagai negara.

Sebagai negara demokrasi terbesar dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, penderitaan yang dialami warga Rohingya sudah seharusnya dirasakan juga bangsa Indonesia. Pada akhir tahun 2008, lebih dari 1200 warga Rohingya terusir dari negaranya dan menjadi manusia perahu (boat people) untuk mencari keselamatan ke negeri lain. Sebagian mereka masih ditahan di Thailand dan sebagian terombang-ambing di lautan. Menggunakan sembilan perahu, mereka kemudian terdampar di Laut Andaman, sebagian kecil diselamatkan oleh warga Indonesia di Aceh. Daily Yomiuri (11/2-09) menyebutkan bahwa nelayan Aceh menyelamatkan 220 ‘manusia perahu Rohingya’ pada 2 Februari 2009, namun 22 di antaranya telah tewas karena kehausan dan kelaparan.

lihat selengkapnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: